Menjual Silat Abnormal

1
Workshop MMA di Yogyakarta
Salah satu Workshop MMA di Yogyakarta

Pada umumnya, orang selalu alergi mendengar kata-kata Abnormal. Karena kata-kata tersebut selalu identik dengan hal-hal yang berbau gila, kurang waras, sinting atau sejenisnya.Kata-kata tersebut selalu berhubungan dengan sifat yang nyeleneh atau tidak lazim.Namun demikian, siapa sangka dalam hidup ini ternyata kita yang katanya waras ini sangat membutuhkan hal-hal yang abnormal.Misalnya dalam bidang usaha, beberapa konseptor marketing terkadang membutuhkan dan melakukan satu terobosan yang menurut kebanyakan pengusaha adalah hal yang tak lazim atau abnormal.

Salah satu contoh misalnya yang dilakukan oleh bank BCA yang pada saat krisis moneter melanda Indonesia khususnya dunia perbankan ketika itu, dalam upaya mengembalikan kepercayaan konsumen atau nasabahnya, BCA melakukan satu terobosan yang gila-gilaan dengan cara memberikan hadiah yang diluar kebiasaan. Dalam konsep marketing, hal demikian adalah sah-sah saja bahkan banyak konseptor iklan yang selalu melakukan hal demikian, karena menurut mereka itu adalah peluang bisnis yang sangat menjanjikan.

Tak ada bedanya dengan Silat, saat kebanyakan orang khususnya generasi muda sedang gandrung dengan beladiri impor yang belakangan ini membombardir anak muda Indonesia dengan promo-promo menarik dan sangat menjual, maka tak salah jika aku melakukan satu terobosan yang mungkin bagi kebanyakan pesilat dan khususnya orang-orang silat tradisional sebagai satu bentuk pembuangan karakter silat tradisional atau penyalahgunaan pakem yang telah ada.

Bagiku dalam mengembangkan silat dewasa ini, kita harus merubah satu konsep lama untuk dibuat bentuk baru yang sesuai dengan keadaan jaman. Jika jaman dahulu para guru dalam mengembangkan silat cukup dengan bayaran rokok dan buah-buahan hasil kebun para murid, sekarang kita sudah tidak harus demikian. Apa sebab, karena ketika para guru tersebut hendak kencing di Mall mereka juga dikenakan biaya retribusi kebersihan seharga Rp. 1.000 rupiah. Bahkan jika guru-guru tersebut kelak meninggal dunia, mereka juga dikenakan biaya retribusi pembelian tanah kuburan.Artinya, tak ada yang gratis di dunia ini. Jika dulu kita kencing bisa seenaknya dijalanan, itu karena jalanan masih sepi dan rumah masih tidak sepadat sekarang, sehingga bau pesing tidak sampai kerumah-rumah tetangga.

Beberapa beladiri impor dewasa ini memiliki satu terobosan dan promo yang menarik. Mereka mampu menjual mahal beladirinya, meski kesannya sangat bombastis cara mereka melakukan promosi, namun hal itu sah-sah saja.Kenapa demikian, karena mereka bisa memahami kodrat manusia yang serba ingin tahu tentang hal yang baru dan instan.Peluang inilah yang oleh mereka diambil alih, sementara silat tetap melakukan konsep lama yang tentunya sangat konvensional. Belum lagi lamanya proses dalam praktek belajar mengajar. Ditambah lagi praktek klenik dan debus yang senantiasa menghiasi dunia persilatan kita. Bukannya tidak boleh, namun dunia sekarang hal yang demikian bukannya tidak disukai, melainkan sudah berkurang peminatnya.Sementara beladiri impor, dengan kapasitas promo dan kurikulum yang memadai, meski tidak semuanya demikian, telah mampu memikat hati kalangan muda untuk melirik dan mempelajarinya.

Silat tradisional butuh satu terobosan ! Silat tradisional butuh sebuah konsep inovasi ! Silat butuh sesuatu yang abnormal !Sesuatu yang tak pernah terpikirkan oleh orang banyak.Sebuah Film drama seri Korea berjudul Dream High yang menceritakan sekelompok anak muda yang hendak lounching albumnya sangat panik dan bingung dengan cara pemasarannya, karena persaingan demikian ketatnya. Karena salah seorang dari mereka punyaide untuk mengajak teman-temannya ngedance di pelataran mall dengan seolah-olang mengajak penonton disekitarnya untuk ikutan, maka icon itulah yang kemudian menjadikan debut mereka memuncak.Dan itu sebenarnya ide abnormal yang dilakukan oleh ke enam anggota Dream High itu.

Dalam dunia silat juga demikian, keabnormalan itu sangat penting meski awal-awalnya mungkin dianggap sinting.Apa yang pernah aku alami juga termasuk sesuatu yang abnormal. Ketika perguruanku butuh sebuah laptop dan camera DSLR Canon, aku sempat berfikir keras dan menabung dari hasil uang kas latihan, namun setahun lebih tetep saja tidak mampu membeli dua barang yang nantinya akan jadi inventaris perguruan. Tanpa disengaja, disuatu siang yang panas dibulan April, aku jalan-jalan di ITC mega grosir dimana disana sedang ada pameran IT. Salah satu konterToshiba menawarkan harga menarik, sebuah laptop seharga Rp 12.000.000,-. Aku pun bertanya-tanya pada customer servicenya.Pada saat itulah seorang wanita cantik menghampiriku dan memberikan penawaran yang menarik.Gara-gara si cantik itulah tiba-tiba aku punya ide sedikit nakal. Akupun bertanya-tanya apakah laptop ini bisa dibuat mengedit video karena saya sangat terkait dengan dunia edit mengedit tersebut.

Sejujurnya dalam hati sempat bingung, karena aku sama sekali gaptek tapi nekat. Wanita itu bertanya tentang videoku, akupun kemudian membuka notebook yang berisi ratusan videoku.Disitu aku tanjukan beberapa aplikasi jurus dari Chakra-V.Aku memaksa wanita itu tertarik pada silatku dan mau belajar padaku.Akupun memaksanya untuk bisa mengajaknya berlatih silat, aku beri power point prosentase kriminalitas di Surabaya dewasa ini yang meningkat 48% per tahunnya.Aku beri dia berita pemerkosaan dan kekerasan terhadap wanita. Karena banyak yang menonton, akupun mendapatkan 6 orang murid dadakan yang berminat belajar,bahkan satu orang langsung bayar ditempat.

Wanita cantik yang aku prospek itu bertanya, berapa biaya latihan silat ditempatku.Saat itulah aku berfikir bisa punya laptop gratis Toshiba.Kesempatan emas itu tak aku sia-siakan. Gayungpun bersambut, ternyata wanita cantik itu adalah pimpinan di tempat itu dan kami pun melakukan penawaran barter, melatih 10 orang karyawan wanitanya sampai bisa dengan bayaran laptop seharga Rp 12.000.000,- tersebut.

Sebuah gagasan terkadang muncul tiba-tiba, namun jika seseorang itu tak mampu menjual dan berkomunikasi dengan pihak yang di prospeknya, maka jangan harap hal tersebut akan berhasil.Sebuah pengalamanserupa aku alami saat mendapatkan kamera Canon 500D.Seorang bule kebangsaan Amerika chating denganku, dia bertanya soal biaya belajar silat di Chakra-V. Akupun menyebutkan dengan standarisasi gram emas.Bule itu rupanya mengerti bahwa harga emas tahun 2011 ini harganya sudah melambung dan dollar sudah terseok-seok. Diapun mengajukan penawaran, singkat cerita kamipun kemudian deal, dengan si bule itu membelikan kamera DSRL Canon 500D untukku, maka sejak itupun perguruan Chakra-V memiliki alat canggih tersebut.Sebuah pengalaman yang unik namun cukup mendebarkan.Sebuah gagasan abnormal muncul disaat terdesak dan terjepit.Demikian pula selanjutnya, saat aku kebingungan untuk membeli lensa tele dari kameraku, aku hanya ada uang yang tentunya tak cukup untuk membeli lensa panjang tersebut. Dengan bahasa nekat akupun memposting di jejaringan social Facebook untuk menawarkan license dan akhirnya aku dapat 3 orang yang rela membeli license kami dengan harga Rp 5.000.000,-

Satu pengalaman unik juga pernah terjadi dalam hidupku, saat pertama kali aku membuka praktek theraphy akupresure, reflexology dan moxabusi. Saat itu papan nama, aku tempelkan didepan rumahku. Satu bulan, dua bulan hingga enam bulan pasien yang datang boleh dihitung dengan jari bahkan terkadang nyaris tak ada.Aku bersama temanku seorang tionghoa bernama Lois menyebarkan brosur kemana-mana, namun hasilnya justru meleset. Ada yang menelpon justru minta dan tanyapijat plus-plus.

Akupun merubah konsep papan nama tersebut untuk dipasang terbalik. Apa yang terjadi, hampir semua orang yang lewat di depan rumah selalu bertanya, kenapa, ini apa, maksudnya apa, bisa apa dan segudang pertanyaan. Dari survey tersebut menghasilkan banyaknya orang yang kemudian tahu kalau rumahku adalah klinik theraphy.Dalam waktu satu bulan ditahun 2007, pasien kami waktu itu meningkat tajam hingga 80%. Sebuah gagasan abnormal yakni dengan membalik papan namatheraphy membuat banyak orang penasaran.

Demikian halnya dengan silat.Disaat generasi muda terbuai dengan beladiri impor yang serba MMA atau mixed martial arts, Chakra-V membuat sesuatu yang keluar dari pakem. Sesuatu yang abnormal.Dengan mengusung konsep MMA style, banyak orang terjebak, banyak generasi muda tertarik hingga penasaran dan mempelajarinya.Padahal MMA yang diusung Chakra-V adalah sebuah pengejawantahan namaku yakni Mas Mochamad Amien. Dan orangpun terbelalak dengan konsep ini…..dan Abnormal itu sungguh sangat mengasyikkan.