Perguruan Pencak Silat CEPEDI

0
Drs Muhammad Kasturi Habiburrahman
Drs Muhammad Kasturi Habiburrahman

Perguruan Pencak Silat CEPEDI didirikan di Dagen, Yogyakarta pada 17 September 1922 oleh Eyang Citro Mangkunegoro. Kemudian oleh muridnya, Bp Muhammad Zen CEPEDI di kembangkan di Semarang hingga Temanggung. Pada masa itu Bapak Drs Muhammad Kasturi Habiburrahman mempelajari CEPEDI dari Bp Muhammad Zein saat masih menjadi pelajar di Madrasah Mualimin Temanggung.

Selepas dari Madrasah Mualimin di Temanggung, Bp Kasturi kemudian masuk menjadi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang saat itu masih bernama IAIN. Pada 17 September 1970 Bp Kasturi mendirikan Unit Kegiatan Mahasiswa Pencak Silat CEPEDI di UIN, dari sinilah kemudia PPS CEPEDI berkembang pesat menjadi sebuah perguruan yang besar dan tersebar ke berbagai daerah.

PPS CEPEDI sudah berhasil menghasilkan beberapa orang juara baik daerah maupun Nasional. Sesuai namanya, CEPEDI adalah singkatan dari Cepat Pembelaan Diri, cepat disini sesuai dengan tiga konsep Cepat, Tepat dan Mantap. Pada dasarnya CEPEDI dominan pada jurus – jurus tangan kosong, namun juga memiliki jurus – jurus yang menggunakan senjata seperti belati, toya, pedang, trisula, tombak, pentungan dan yang menjadi senjata khas adalah belati.

Kurikulum di CEPEDI dibagi dalam beberapa tingkat ditandakan dengan  sabuk. Tingkat siswa, dibagi sabuk Putih, hijau, merah. Tingkat Pelatih , dibagi sabuk biru satu, sabuk biru dua, sabuk biru tiga. Tingkat Pendekar dibagi sabuk hitam satu, sabuk hitam dua, sabuk hitam tiga. Lalu terakhir Guru Besar di tandai dengan sabuk kuning.

Logo CEPEDI mempunyai makna yang mendalam. Rantai 17 melambangkan CEPEDI sebagai alat pemersatu dan melambangkan 17 sikap mental anggota CEPEDI. Obor melambangkan semangat dan Segi Tiga melambangkan Aspek Pencak Silat; Olah Raga, Seni dan Mental Spiritual.

Secara organisasi CEPEDI berafiliasi pada IPSI sebagai Induk Pencak SIlat Olah Raga dan juga Pagar Nusa, dikarenakan CEPEDI juga berasal dari tradisi NU.

CEPEDI tidak akan pernah berhenti memperjuangkan pencak silat, karena CEPEDI memposisikan pencak silat sebagai media dakwah Islam untuk memperbaiki moral generasi muda.

Walau begitu untuk menjadi murid CEPEDI tidak harus beragama Islam, terbukti beberapa Juara Nasional yang berasal dari CEPEDI bukanlah beragama Islam.