Kisah Dibalik 5500 Pencak Malioboro Festival 3 2014

0

Pencak Malioboro Festival 3 2014 di Yogyakarta. Saya adalah salah satu peserta yang juga hadir disana. Buat saya acara ini bagaikan lebarannya para pesilat karena acara yang di motori oleh komunitas pesilat ini selalu mampu menghadirkan banyak sekali pesilat dari manca negara dimana saya bisa memiliki kesempatan untuk meraup banyak ilmu sampai kenyang. Sebuah kesempatan bersilaturahmi dan juga mengenal lebih dalam dan lebih banyak lagi aliran silat dan perguruan yang ada.

Selain acara yang di adakan panitia secara resmi, hadirnya banyak pesilat, terutama para pesilat dari luar kota yang tumpah ruah menginap di hotel yang notabene berdekatan bahkan banyak pula yang tinggal sehotel, tentunya akan menghasilkan sebuah acara tersendiri yang di hadirkan oleh mereka yang hadir. Dari obrolan santai sambil ngopi dalam sekejab bisa berubah menjadi sebuah sharing atau malah latihan bersama.

Para guru dan murid yang merupakan praktisi dari berbagai aliran biasanya dalam kegiatan ngobrol ini tidak terlalu pelit berbagi ilmu, baik secara terbuka maupun diam-diam kepada perseorangan. Di hotel tempat saya menginap, di hari pertama kami bisa berlatih bersama sambil bersantai sampai jam 4 pagi. Sementara di kamar-kamar terdengar suara-suara mereka yang juga sedang berjurus.

Walaupun ini adalah acara yang tak resmi diadakan panitia tapi buat saya, kesempatan ini termasuk yang biasanya cukup saya dinantikan. Ibarat berlebaran, disinilah saatnya dimana baju santai di kenakan dan lepas dari masalah dari aliran mana kita berasalnya, tingkatan atau level apapun di asal aliran atau perguruannya, di saat ini semua saling duduk dan tertawa bersama. Sharing kisah pengalaman dari para praktisi pun menjadi makanan harian setiap malam. Dan karena sudah biasa seperti ini, tak jarang ada yang sengaja mempersiapkan sekedar cemilan bahkan ada yang membawa kopi, khusus dari bogor untuk di santap bersama.

Mudah-mudahan tahun depan kumpul-kumpul yang bagaikan lebarannya para pesilat ini dapat diadakan kembali dan para pesilat tua muda dapat kembali duduk dengan melepas tawa dan berbagi keceriaan dan tentu saja tak lupa berbagi ilmu dan pengalamannya.