PANDOMPRANA, Petunjuk Olah Nafas PerPI Harimurti (3)

3

Latihan Nafas PANDOMPRANA, Pemanasan

(Bagian Ketiga)

 

Setelah kita tahu apa itu Pandomprana dan sudah melakukan persiapan, maka kita akan mulai latihan. Yang perlu diingat  adalah, latihan Pandomprana, selain dengan olah tubuh dan nafas, juga dibarengi dengan visualisasi atau imajinasi. Seperti yang telah kita ketahui, energi akan berjalan di dalam tubuh  melewati jalur-jalur energi eterik,menuju tempat-tempat tertentu di bagian tubuh kita, dengan bimbingan pikiran. Atau gampangnya,saat pikiran menuju bagian tubuh tertentu, kesanalah energi mengalir. Oleh karena itu, dalam latihan, ada gerakan-gerakan tertentu yang mengharuskan kita melakukannya sambil ber visualisasi.

Adapun sikap duduk yang kita gunakan adalah  SIKAP SIDDHASANA (lihat gambar).

Tampak kanan

Tampak Depan

Tampak Kiri

Sikap SIDDHASANA: duduk bersila, punggung dan kepala tegak, kaki kanan berada diatas kaki kiri,  kedua tangan dengan telapak  tangan terbuka menghadap keatas, ditumpuk dipangkuan, tangan kanan berada diatas tangan kiri dan kedua ujung ibu jari saling menempel.

Seperti lazimnya olah raga yang lain, dalam berlatih pandompranapun diperlukan pemanasan, yaitu gerakan-gerakan yang dilakukan secara ringan agar otot dan kondisi badan pada umunya “siap” untuk melakukan gerakan-gerakan lebih lanjut. Yang pertama pemanasan daerah leher, lakukan gerakan tengadah-tunduk, toleh kiri dan kanan, miring kiri dan kanan serta putaran kepala. Ingat semua gerakan dilakukan secara ringan dan jangan dipaksakan.

Pemanasan 1:

Sikap awal

Gerakan pertama adalah melemaskan otot-otot leher. Seperti yang kita ketahui, bahwa pasokan oksigen yang dibawa oleh darah ke otak adalah hal yang sangat penting, karena bila pasokan ini terhenti beberapa detik saja maka sel-sel otak akan mengalami kerusakan, atau sekurang-kurangnya akan mengalami penurunan fungsi, oleh karenanya dengan melatih bagian leher ini, diharapkan aliran darah kearah kepala menjadi lebih lancar, sehingga suplay energi ke kepala dan terutama sekali ke otak, menjadi maksimal. Yang pada gilirannya akan menjaga organ-organ dikepala dapat berfungsi dengan baik.

Tengadahkan kepala

Dimulai dari sikap kepala tegak, kemudian tengadahkan pelan-pelan, saat tengadah sambil menarik nafas lewat hidung dengan hitungan 1 sampai 5, kemudian kembali ke sikap awal dengan 5 hitungan pengeluaran nafas (lewat hidung). Lakukan 3X .

Kembali sikap semula

.

 

Pemanasan 2:

 

Sikap awal

Tundukkan kepala

Kembali sikap semula

Dimulai dari sikap kepala tegak, kemudian tundukkan pelan-pelan, saat menunduk sambil menarik nafas lewat hidung dengan hitungan 1 sampai 5, kemudian kembali ke sikap awal dengan 5 hitungan pengeluaran nafas (lewat hidung). Lakukan 3X.

Pemanasan 3:

 

Sikap awal

Menoleh kesamping kanan

Kembali sikap awal

Dimulai dari sikap kepala tegak, kemudian menoleh kekanan pelan-pelan, saat menoleh sambil menarik nafas lewat hidung dengan hitungan 1 sampai 5, kemudian kembali ke sikap awal dengan 5 hitungan pengeluaran nafas (lewat hidung). Lakukan 3X.

Pemanasan 4:

Sikap awal

Menoleh kekiri

Kembali sikap awal

Dimulai dari sikap kepala tegak, kemudian menoleh kekiri pelan-pelan, saat menoleh sambil menarik nafas lewat hidung dengan hitungan 1 sampai 5, kemudian kembali ke sikap awal dengan 5 hitungan pengeluaran nafas (lewat hidung). Lakukan 3X.

Pemanasan 5:

 

Sikap awal

Miring kekanan

Kembali sikap awal

Dimulai dari sikap kepala tegak, kemudian miring kekanan  pelan-pelan, saat miring sambil menarik nafas lewat hidung dengan hitungan 1 sampai 5, kemudian kembali ke sikap awal dengan 5 hitungan pengeluaran nafas (lewat hidung). Lakukan 3X.

Pemanasan 6:

 

Sikap awal

Miring kekiri

Kembali sikap awal

Dimulai dari sikap kepala tegak, kemudian miring kekiri  pelan-pelan, saat miring sambil menarik nafas lewat hidung dengan hitungan 1 sampai 5, kemudian kembali ke sikap awal dengan 5 hitungan pengeluaran nafas (lewat hidung). Lakukan 3X.

Pemanasan 7:

Membuat gerakan angka 8 dengan kepala, kearah kanan, dan kemudian kearah kiri. Lakukan 3X kanan dan 3x kiri.

 7a  7b

 

 

Pemanasan 8:

8aSikap awal

8bGetar didepan badan

8cMasih getar depan

8dGetar samping

8eGetar atas

8fKembali sikap awal

Gerakan pemanasan ke 8,  adalah gerakan menggetarkan kedua tangan. Maksud dari pada gerakan ini adalah untuk merangsang dan melancarkan aliran darah agar sampai keujung-ujung jari. Karena seperti yang kita ketahui, bahwa darah adalah pembawa energi untuk semua bagian tubuh, bila aliran darah  lancar dan sampai kesemua bagian tubuh, diharapkan seluruh tubuh menjadi sehat.

Gerakan dilakukan dengan tangan kedepan, kesamping kanan kiri dan kedua tangan keatas. Saat menggetarkan tangan nafas jalan wajar (biasa, tidak usah diatur). Masing-masing posisi 10 hitungan.

(berlanjut bagian 4)

Penulis: Sardjono, anggota PerPI Harimurti