Rekam Jejak Pencak Silat dalam Tarian Tradisional

2

Bangsa Nusantara, bangsa yang terkenal akan seni dan budayanya. Kejayaan kerajaan – kerajaan Nusantara, peristiwa – peristiwa bersejarah, serta keagungan tokoh – tokohnya selalu di rekam dalam berbagai bentuk seni pertunjukkan, salah satunya adalah dalam seni tari.

Kegagahan seorang raja ataupun peristiwa pertempuran selalu digambarkan melalui tari – tarian yang memasukkan unsur – unsur pertarungan ataupun pembelaan diri kuno yang kemudian disebut pencak silat.

Selain itu juga, di dunia pencak silat di kenal Ibing, kembangan, nyieun, nandak dan sebagainya, yang dipercaya sebagai salah satu bentuk latihan tertinggi untuk melatih rasa serta mengasah kaedah jurus. Sebuah bentuk disiplin latihan yang memadukan keindahan gerak jurus dengan musik. Banyak bentuk disiplin ini yang kemudian berkembang menjadi sebuah bentuk tarian seperti yang terkenal, jaipongan dari Jawa Barat.

Sebuah pertanyaan muncul akhir – akhir ini. Benarkah seni tari hanya sekedar mengadaptasi atau mengambil unsur ilmu bertarung tersebut, ataukah memang seni bertarung tersebut sengaja di bentuk dalam sebuah pertunjukkan tari sebagai catatan, data rekam yang tersembunyi terhadap ilmu bertarung kuno serta kaedahnya yang selama ini terselimuti tradisi kerahasiaan.

pencak silat dalam tarian tradisional

Beberapa praktisi pencak silat yang mencermati tarian tradisional menemukan bahwa ternyata di tari – tarian tradisional yang selama ini dianggap mengadaptasi seni bertarung pencak silat, terdapat berbagai kaedah ataupun strategi jurus yang selama ini menjadi rahasia di berbagai aliran pencak silat. Bahkan tidak hanya itu, di beberapa tarian tersebut tersimpan pola tata nafas yang dalam pencak silat dianggap sebagai salah satu teknik tertinggi.

Bertahun – tahun para praktisi serta pecinta pencak silat berusaha mencari literatur yang menceritakan eksistensi serta keberadaan pencak silat dari jaman dahulu kala. Tak banyak yang bisa ditemukan di naskah – naskah kuno serta prasasti – prasasti peninggalan bersejarah. Haruskah kita sekarang mulai mengembangkan pencarian serta penelitian kita kepada tari – tarian tradisional.

 

[ Klik foto untuk Gambar lebih besar]