Kong Yoga dan Pangsi Hitam

0

 

Di Petak Sembilan, Glodok -Tangtungan/ab-
Di Petak Sembilan, Glodok
-Tangtungan/ab-

Entah berapa lama aku memanggilnya dengan sebutan “Kong” dari kata – kata “Engkong”, panggilan yang akhirnya sekarang melekat pada dirinya, semua orang memanggilnya “Kong Yoga”. Kira – kira pertengahan tahun kemarin aku mulai dekat dengan dirinya, saat kami membantu Bang Gusman mengumpulkan data – data tentang BEKSI untuk bukunya yang tidak selesai – selesai sampai sekarang.

Satu hal yang aku sangat hargai adalah Kong Yoga tidak pernah risih kemana – mana memakai seragam silatnya, pangsi dan bajunya lengkap dengan Iket kepala dihiasi Jenggot serta kumisnya yang seperti ampas kopi itu.

Pada satu kesempatan saat kami mengunjungi Bp H. Edi Wijaya, putra dari Mpek Lie Jie Tong yang adalah cucu Lie Tjeng Ok Guru Besar BEKSI, di Glodok, Kong Yoga kembali memakai pakaian kebesarannya tersebut. Aku pun spontan bertanya

“Emang abis ini mau langsung latihan lu Kong..?”

“Kagak, pan gua mo ketemu guru, gua kudu hormatin guru, lagian biar orang pada kenal BEKSI juga lah”

Di Vihara Dharmabakti, Glodok -tangtungan/ab-
Di Vihara Dharmabakti, Glodok
-tangtungan/ab-

Di saat orang – orang malu memakai baju tradisional di kesempatan sehari – hari, Kong Yoga tidak pernah malu menjadikannya sebagai identitas diri. Dia sadar bahwa itu adalah salah satu cara membuat pencak silat bangkit kembali, mulai dari diri sendiri.

Tidak hanya dengan menjadikannya sebagai gaya hidup, dengan menghormati guru – gurunya, Kong Yoga juga menghayati nilai – nilai luhur yang diajarkan oleh pencak silat. Nilai – nilai luhur yang sekarang juga mulai ditinggalkan.

Pangsi Hitam mungkin memang terlihat ketinggalan jaman, pangsi hitam mungkin memang tidak gaya dan terkesan kampungan. Tapi dari pangsi hitam inilah berkobar semangat para pejuang saat 350 tahun berjuang merebut kemerdekaan. Pangsi Hitam inilah simbol semangat Nenek Moyang Bangsa Nusantara selama ratusan abad. Dari Pangsi Hitam inilah diajarkan budi pekerti dan akhlak, nilai – nilai luhur Bangsa Nusantara yang terkenal sejak berabad – abad lamanya.