Elmu Pencak Cimande (Bag.5 terakhir Filosofi Elmu Penca)

0

keceran 01V.                Filosofi Elmu Penca

 

Filosofi Elmu Penca mendasari seluruh padika dalam sistem Cimande, baik untuk bidang ilmu seni beladiri maupun ilmu pengobatan tradisinya, bahkan menjadi pandangan hidup yang dipegang teguh oleh para praktisinya ( pakeunngurus hirup miara waruga ) sebagai seorang Pandekar Penca, selain itu Filosofi Elmu Penca ini juga menjadi ketentuan umum dalam tata gerak pada setiap jurus dan aplikasinya. Patokan-patokan dasar ilmu beladiri ini melahirkan ketentuan – ketentuan dasar ilmu beladiri yang dikenal dengan istilah kaedah Penca.

 

 

 

Pemahaman yang mendalam terhadap Filosofi Elmu Penca berguna juga untuk :

 

  1. Menunjang kesempurnaan teknik beladiri yang telah dipelajari
  2. Melatih logika berpikir agar mampu menentukan sikap dan tindakan yang tepat ( baca; taktik dan strategi pertarungan )
  3. Membangun sifat kritis
  4. Kemampuan beradaptasi
  5. Melatih kestabilan emosi
  6. Membangkitkan jiwa kepemimpinan
  7. Mengerti ilmu komunikasi dan ilmu jiwa yang pada aplikasinya dapat digunakan untuk menundukkan lawan tanpa harus mengalahkannya

 

 

VI.              Aspek Mental Spiritual

 

Aspek mental spiritual merupakan bagian dari program ngolah jiwa (baca; pembentukan kepribadian) melalui pemahaman yang mendalam terhadap padika, patalekan, papagon[1], ugeran[2] dan silib siloka[3] yang terdapat dalam metodologi CIMANDE agar terlahir generasi yang memenuhi criteria CIri MANusa haDE, yaitu generasi yang menghormati etika, norma, mencintai ilmu pengetahuan, mengabdi kepada kebenaran dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan baik dalam fungsinya sebagai makhluk sosial maupun posisinya sebagai makhluk Tuhan.

 

 

VII.            Ilmu Pengobatan

 

Berdasarkan Papagon bahwa, diajar Elmu Penca mah kudu nepi ka jago sangkan bisa ngomean nu ruksak ( belajar ilmu Penca hendaknya tidak terputus di tengah jalan agar memiliki kemampuan memperbaiki yang sesuatu rusak ), oleh karena itu tidaklah lengkap belajar jurus tanpa mempelajariteknik pengobatan yang berguna untuk pemulihan diri disaat mengalami cedera atau untuk membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan.

 

 

VIII.           Elmu Kadigjayaan

 

Elmu Kadigjayaan adalah ilmu kebatinan tradisi kuno masyarakat Sunda Buhun dalam mengolah kekuatan batin untuk digabungkan dengan kekuatan raga agar menjadi satu kesatuan yang utuh (masagikeun elmu panemu) guna mendapatkan kekuatan jiwa dan raga khas Pandekar Penca.

Oleh karena itu Elmu Kadigjayaan ini hanya dapat diberikan setelah anak murid dinilai cukup matang baik secara fisik maupun mental.( pameulina mangrupa tapa puasa anu temahna malar tabah kana jiwa, bisina kacanir bangban, ngayonan bahla anu tumiba ka diri boh anu sipatna lahir atawa batin ).


 

 

Daftar istilah
Ranadireksa Hendarmin, visi politik amandemen UUD 45 menuju konstitusi yang berkedaulatan rakyat, Jakarta: PT. Dyatama Milenia, 2002, hal 221.
2 Ilmu seni beladiri
3Metoda pembelajaran
4Selaput pembalut tulang
5 Pendekar silat
6Kuno
7Ketentuan mengenai susunan suatu irama
8Aturan yang sudah ditentukan
9 Patokan
10Simbol, lambang atau ungkapan yang tersirat
11 Bulan Rabiul-awwal (bulan ke 3) dalam kalender Hijriyyah