Perjalanan Mencari Silat (Sebuah Catatan Bagian 9)

0

silek tuoSaat tiba di kota Padang, Ara bingung harus mencari kemana. Tak ada referensi, tempat bertanyapun tak memberi jawaban yang jelas.

Emangnya gak ada lagi yang bisa Silek Tuo atau Silek Harimau ?

Akhirnya Ara memutuskan berjalan ke pinggiran kota, disebuah warung Ara berbincang dengan seorang tua yang ternyata adalah seorang yang menguasai Silek Tuo. Tujuan Ara yang ingin mengenal silat yang satu ini rupanya cukup disambut hangat, tapi Ara tak bisa belajar disana. Bincang-bincang yang panjang yang akhirnya Ara dapat melihat seperti apakah latihan silat yang satu ini.

Ternyata …………….

Latihannya membosankan. Langkah…. langkah….

Ara yang pernah melihat kedasyatan pertarungan orang yang menguasai silat ini jadi bingung. Kok latihannya hanyamain  langkah begini ? Terus kemana jurus lainnya ? Kemana pukulan dengan kecepatan tinggi dan ambilan kakinya yang sangat cepat itu ?

Kok cuma begini ?

Akhirnya Ara memberanikan diri menanyakannya dan dijawab dengan sebuah tawa.

Hidup juga berpancang di bumi. Kalau tidak bisa berteman dengan bumi kamu juga tidak bisa bersilat.

Dan sebagai pembuktian akhirnya Ara di sparingkan dengan anaknya dan bonyok-bonyoklah Ara dengan kaki terkilir.

Setelah sparing yang menyakitkan itu, Ara berbincang-bincang lagi dengan mereka sambil memegangi matanya yang bengkak dan mengompres hidungnya yang berdarah.

Dari bincang-bincang inilah Ara mengenal istilah, “mengenal cepat dari perlahan, mengenal kuat dari lemah, mengenal tangan lewat kaki”.

Akhir dari pertemuan itu, Ara di perbolehkan belajar agar bisa menemukan jawabannya. Kebetulan sang anak akan berangkat ke kota Bandung untuk suatu keperluan selama beberapa bulan. Untuk itu Ara pulang ke kota Bandung dan mempelari silat ini di kota kembang selama anaknya berada disana. Dan jadilah selama 3 bulan Ara mempelajari silat ini. Suatu pengalaman berharga.

Latihannya hanya melangkah, melangkah dan melangkah. Tapi dalam langkahan ternyata tersimpan sejuta cerita yang begitu dalam.

Kalau hasilnya bisa seperti ini lalu apa gunanya belajar jurus ?

 

Bersambung ……………

Ketika bumi berada di tengah