Kami Masih Ada

0

Kami masih ada looooo !!!!!!!!!!!!!

Begitu kira-kira suara yang ingin diserukan oleh sejumlah pesilat dari betawi ketika sore tadi, 19 Mei 2013 sore sekitar pukul 3, dengan “sengaja” mereka berlatih bersama di Taman Menteng agar masyarakat dapat melihat kehadiran mereka, dan mengetahui kalau silat masih ada yang berlatih dan tidak malu memperlihatkan kalau mereka ini belajar silat.

Datang ke lokasi tersebut bang Kobab bersama para warga Sanggar Terazam bersama bang Ghuffar dari Silat Betawi Langkah 12 beserta para warga Langkah 12, yang kemudian mereka berlatih bersama di lokasi tersebut.  Selain itu hadir pula Galih, Wowo dan Boy, Pras dan Adi. Mereka yang hadir kemudian berdemo tanpa mentargetkan penonton. Yang penting para pengunjung taman melihat bahwa silat tradisional belum punah bahwa silat itu keren juga koq, dan gak pada malu belajar silat.

Setelah latihan dengan jurus masing-masing, kemudian, mereka bersama-sama berlatih bersama dan merasakan latihan 1 jurus dari masing-masing perguruan dan aliran.

Sesi berikutnya adalah di lakukan demo aplikasi dari berbagai aliran silat dan untuk menambah wawasan khasanah ilmu beladiri mereka yang hadir, ditampilkan pula penampilan kungfu yang dibawakan oleh bang Adi agar terbuka semua mata terhadap kekayaan ilmu beladiri yang ada.

Kehadiran para pesilat yang tumben-tumbenan berlatih bersama di taman tersebut cukup menarik minat para pengunjung taman yang cukup banyak ikut duduk menyaksikan para pesilat berlatih dan terutama ketika sesi demo dilakukan. Bang Galih dengan Paseban dan Pengasinan-nya yang memperlihatkan demo yang atraktif dengan kecepatan sambut pukul yang dimainkannya bersama bang Wowo. Dilanjutkan dengan kecepatan gerak yang luar biasa lincahnya yang ditampilkan oleh bang Kobab dengan mainan silat 3 Manis-nya. Masih belum habis, masih ada penampilan aplikasi silat Kumango dari bang Boy, dilanjut dengan aplikasi Wing Cun dari bang Adi dan aplikasi permainan Sahbandar dari Pras.

Pokoknya semua demo yang ditampilkan itu keren deh. Buktinya, tidak mengundang penontonpun ternyata penontonnya banyak looo.

Sebagai penutup, tak lupa juga diperkenalkan apa yang disebut dengan Dogong, suatu bentuk gulat tradisional dari tanah sunda.

Menurut rencananya mereka akan melakukan lagi kegiatan ini dengan membawa massa yang lebih banyak serta menampilkan berbagai demo lain lagi.

Kegiatan seperti ini tentunya perlu dukungan banyak pihak agar berbagai mitos jelek tentang silat bisa bergeser sedikit demi sedikit menjadi lebih baik dan eksistensi silat tetap dikenal oleh masyarakat. Tapi satu hal yang pasti tindakan nyata seperti ini patut mendapatkan acungan jempol. Tanpa banyak kata, hanya berusaha banyak berkarya.

Kami masih ada. Kami belum punah oleh waktu dan semoga tak akan pernah terjadi kepunahan itu.

 
latihan bersama silat betawi

latihan bersama silat betawi

latihan silat bersama

latihan silat bersama

setelah latihan silat berama