Tag: maenpo

MAEN PUKULAN, PENCAK SILAT À LA BETAWI IN HISTORICAL RECORDS

Historical data (oral) were obtained through interviews with several sources, where the timeline of the emergence of their silat style was around the end of the 18th century to the early 20th century. There are two variations of stories that refer to the two cultures of martial art that influence the birth and development of Silat Betawi or Maen Pukulan, Pencak Sunda (Sundanese Pencak Silat) and Chinese Kuntao

Read More

IBING PENCAK CIANJURAN

Ibing Pencak merupakan stilasi dari gerakan-gerakan pencak silat yang memadukannya dengan unsur estetis, sebagai bentuk ekspresi jiwa. Ibing pencak menjadi bagian yang tidak terlepaskan dari Pencak Silat sebagai sebuah seni pertunjukan, sebuah seni yang dihasilkan dari proses kreasi para pendekar pencak silat yang mampu meramu antara jurus-jurus dasar pencak silat dengan memadukannya dengan unsur estetik

Read More

SEKILAS RIWAYAT MAMAK KOSIM SABANDAR Bag. II

Rd. Haji Enoh mengajak Muhammad Kosim untuk ikut berlatih maenpo, namun selama mengikuti latihan, Rd. Haji Enoh menganggap Muhammad Kosim yang berpura-pura lugu tidak mampu menyerap ilmu maenpo yang diberikan. Hingga Rd. Haji Enoh secara khusus mengajari Muhammad Kosim maenpo, namun yang mengejutkan ketika kesempatan berlatih tarung antara muhammad Kosim dengan Rd. Haji Enoh, beberapa kali Rd. Haji Enoh terjatuh oleh Muhammad Kosim

Read More

UNCUL, SENI TARI UJUNGAN YANG TIDAK LAGI MUNCUL

Ujungan, permainan adu ketangkasan memukul dan menangkis rotan yang di dalamnya sarat dengan kaidah-kaidah ilmu bela diri tradisional pencak silat. Di dalam pelaksanaan pertandingan Ujungan, terdapat seni tari yang gerakannya diambil dari gerakan dan jurus-jurus dasar pencak silat, disebut Uncul. Uncul berfungsi sebagai wiyaga atau seni tari yang mengawali laga pertandingan Ujungan.

Read More

SENI TARI DAN IBING PENCAK DI JAWA BARAT

Seorang yang ahli Ibing Pencak belum tentu mahir dalam penerapan pencak silat sebagai ilmu bela diri karena memerlukan tahapan-tahapan khusus dalam mempelajari teknik serang-bela, begitu pula sebaliknya seorang yang mahir dalam pencak silat belum tentu mampu menampilkan gerakan-gerakan pencak silat yang dipadukan unsur estetis di dalam Ibing Pencak.

Read More

PENCAK SILAT BOLEH TRADISIONAL, MANAJEMEN HARUS MODERN

Terdapat kekurangan yang menjadi Pekerjaan Rumah komunitas-komunitas pencak silat tradisional dalam pengelolaan pelestarian dan pengembangan, khususnya mengkordinir dan memberikan pencerahan bagi perguruan-perguruan pencak silat tradisional yang masih belum tertib secara manajemen perguruan/organisasi. Sebagai contoh, jarangnya sebuah perguruan pencak silat tradisional yang memiliki kurikulum pelajaran yang disusun dengan jenjang waktu dan metode pelajaran yang baku untuk diberikan.

Terkadang perguruan pencak silat tradisional akan mengalami kebingungan ketika mendapati seorang calon murid bertanya, “Sampai berapa lama waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk mempelajari satu jenjang pelajaran?.”

Read More

PENGARUH ILMU BELA DIRI TIONGHOA PADA MAEN PUKULAN BETAWI

Jakarta yang menjadi titik pusat kebudayaan Betawi sejak lama merupakan rendezvous dari berbagai suku bangsa. Disamping sebagai pusat pemerintahan Hindia Belanda sewaktu bernama Batavia, Jakarta juga merupakan kota bandar yang banyak disinggahi banyak orang dari berbagai ras untuk berdagang sejak bernama Sunda Kalapa, termasuk orang-orang dari daratan Tiongkok.

Salah satu unsur dari kebudayaan Betawi yang mendapat penyuburan dan pengaruh dari kebudayaan Tionghoa adalah seni bela diri, atau dalam istilah lokal Betawi disebut Maen Pukulan atau Silat.

Read More

MAENPO SABANDAR ATAU SYAHBANDAR?

Maenpo Sabandar adalah nama maenpo atau pencak silat khas Cianjur yang dikembangkan oleh seorang pendekar pencak silat asal Pagarruyung bernama Muhammad Kosim atau yang biasa dipanggil Mamak Kosim. Nama Sabandar dinisbatkan kepada maenpo ini karena Mamak Kosim pernah tinggal sekaligus mengembangkan maenpo ini di Desa Sabandar, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat

Read More
Loading