Belajar Silat Melintas Negeri

Setelah sebelumnya mengunjungi Paseduluran Angkringan Silat (PAS) -Jogja dan GARIS PAKSI-Bandung, maka pada hari Jumat tanggal 15 Maret 2013, Hiroyuki Imamura bersilaturahmi mendatangi komunitas Silat Sanggar Terazam dan Kandang Gorilla-Jakarta. Di Jakarta acara ini dilaksanakan di rumah Bang Mad Khobbab dan di lapangan tempat latihan Sanggar Terazam, berlokasi di kawasan Asyafiyah, Al Barkah, Manggarai, Jakarta Selatan.

Tujuan dari Imamura mendatangi komunitas-komunitas tersebut untuk kebutuhan penelitian studi S2 Antropologi di UGM dengan subjek penelitian mengenai Pencak Silat. Hiroyuki Imamura ini adalah orang Jepang luluasan Chuo University yang kemudian melanjutkan sutdi S2-nya di UGM dalam bidang Antropologi. Acara berlangsung santai namun serius, dimulai dengan sesi beramah-tamah dan perkenalan, dilanjut dengan diskusi/wawancara Hiroyuki Imamura dengan rekan-rekan pesilat. Diskusi tersebut membahas banyak hal mulai dari sejarah pencak silat, budaya-tradisi yang berhubungan dengan pencak silat, filsafat dan religi yang berhubungan dengan budaya pencak silat, stratifikasi sosial masyarakat dihubungkan dengan budaya pencak silat, serta membahas pertanyaan-pertanyaan lainnya sehubungan dengan pencak silat seperti mengenai gerakan dan sebagainya. Acara kemudian dilanjutkan dengan atraksi dari rekan-rekan Sangggar Terazam dan Kandang Gorilla.

Pertama-tama dibuka oleh penampilan atraksi Buka Palang Pintu oleh anak-anak Sanggar Terazam, termasuk juga menampilkan tradisi Sike (melantunkan ayat-ayat suci Quran-Shalawat-pupujian dalam tradisi Betawi). Dilanjutkan dengan penampilan aliran-aliran silat yang dkuasai oleh rekan-rekan semuanya, antara lain:

 

  • Bang Mad Khobbab menampilkan Maen Pukulan Tiga Manis (Betawi) dan Silat Bandrong (Banten).
  • Rekan-rekan Terazam murid dari Bang Mad Khobbab menampilkan jurus-jurus kembangan dari Silat Bandrong.
  • Matias Prasodjo (Dewakambing) menampilkan Silat Sika dan juga permainan Maen Po Sabandar.
  • Ferdi Ibnu Syahbani menampilkan Silek Taralak dan Silek Kumango.
  • Hudzaifah Al Jihadd menampilkan Silat Betawi Si Bunder.
  • Galih Iman menampilkan Silat Pengasinan Jalur Babe Uwie Effendi, Silat Paseban Taqwa Betawi, Ujungan Macan Ngawahan dan Seni Dogong (Sunda).

Imamura pun didaulat untuk maju memperagakan satu dua jurus dari Silat Perisai Diri yang sedang dipelajarinya. Kemudian dilanjut dengan peragaan dan penjelasan mengenai beberapa aliran silat dari Mas Imam, salah seorang tokoh silat di kawasan Asyafiyah. Acara dilanjut dengan makan nasi uduk bersama sambil beramah-tamah dan berdiskusi, kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bang Mad Khobbab selaku tuan rumah.

Selain itu, di hari sabtu lalu, Padepokan Pencak Silat Taman Mini juga ke datangan pesilat dari luar yang sedang belajar silat di Indonesia. Cuma jalan-jalan sih ke padepokan, tapi karena berjumpa dengan para pesilat yang sedang bersilahturahmi disana akhirnya semua melakukan sharing bersama.

Kalau mereka mau melintasi negeri untuk belajar silat, kenapa kita yang udah deket banget dengan sumbernya tidak ?

[nggallery id=23]